Showing posts with label self learning and reminder : the life-shaping progress. Show all posts
Showing posts with label self learning and reminder : the life-shaping progress. Show all posts

social networking dan hepatocyte-ku..

entah, aku ngerasa social networking, kaya twitter, kadang2 bbm ngebuat orang angkuh dan sering kali salah memaknai..

ga jaranglah temenku galau, atau ngerasa marah, atau ngerasa ditowel harga diri, atau ketenangan, atau apapun itu hanya karena ngeliat tweet temennya/seseorangnya/siapapunnya. apa ya? semakin sedikit kata yang bisa dipampang di twitter, atau di bbm, atau blog, any other social networking, semakin luas interpretasinya. syukur2 kalo orang yg ngebacanya ga penasaran, kalo orangnya suka penasaran, suka mau tauuuu pisan, wah gosip bisa muncul, prasangka, dll dsb.

semakin kesini, people have broader scope of mutual friends, tapi smaller bravery to speak in person. -_-"

cerita dulu pas kkn. temenku si A sangat menentang yang namanya KKN, ga guna katanya, "mending gw kerja!" he has son and wife to afford, daripada sekedar Kongkow-Kongkow Ngopi. yaa, mungkin kekesalannya itu yang kehilangan sekian lembar uang karena hidupnya tertahan di pedesaan disalurkan via social networking, yang tentunya bukan alasan mengapa dia ngerasa KKN buang2 waktu, tapi umpatannya yang notabene, puncak kekesalannya. yaaa, instead of bilang, "karena udah punya keluarga, gw merasa KKN ga guna, karena menghambat gw bikin duit." tapi karena keterbatasan karakter, yang keluar cuma "unp*d samp*ah, gobl... yang myemyemye" ya gitulah, kata2 yang kasar.

ya ga salah juga sih, di satu sisi emang, toh twitter/fb/bbm ini kan punya gw, kumaha aing weh,

tapi kalo ngeliat reaksi orang yang ngebacanya. beuh, lebay. dan herannya, percakapan itu hanya di dunia maya aja, pas hari2an, pas sarapan, ga ada sama sekali pembicaraan ttg itu.  sampai akhirnya memuncak, sampai akhirnya mesti dibikin forum hanya untuk ngomongin adu mulut di fb/twitter itu(yang ga pantes dibilang adu mulut sih, tapi adu pengecut2an untuk ngomong langsung. oops, terlalu jahat kata2 gw, yasudahlah, maaf pemirsah!) ..

dan gw bingung aja, saat itu, why was i the only person who talk to him ttg bagaimana seharusnya dia behave, sedangkan tmn2 yang lain cuma ngomong di belakang, dan didnt even start to make conversation with that person. ini bukan ttg gw bilang bahwa apa yg gw lakukan benar, dan yang orang lain lakukan salah. tapi gw heran, knp yg lainnya ga mau memulai berdiplomasi?

mencoba melihat dari sudut pandang lain, mungkin bbrp org memang bagus berkata2 lewat tulisan ketimbang lewat mulut. kali lidahnya suka kepeleset. ya, ini gw bgt sebenernya. jadinya mereka lbh milih ngomong di dunia maya. itu pemikiran positif dari gw, tapi sayang, mostly yang aku liat ya orang2 yang kadang takut melihat orang langsung ke matanya.

mmm, ga tau sih, ga salah punya account social networking kaya gitu, toh emg informatif. tergantung siapa pemakainya juga. tapi entah kenapa aku lebih sering melihat mudharat daripada manfaat.

dan aku juga heran, dengan diskusi2 konsep, teknis di di twitter, apalagi netmeet, ato chatmeet untuk rapat.. -____-" itu kaya komunikasi memang satu tema, pemikiran bisa macem2. TANDA KOMA ITU KRUSIAL, kawan. dan herannya byk orang yang suka ngomong ga pake tanda koma. dan intonasi bicara itu juga penting. jujur, gw suka salah mengartikan nada bicara, maksud, dll kalo bicara di bbm ato ym. mungkin ke orang2 yang udah sering berinteraksi bareng, im fine with that. to me, netmeet is pain. orang kaya bisa ngaso dulu sebelum pemikirannya disampaikan. bisa ngabisin waktu berjam2 without significant changes. mending ketemu. fokus orang bisa terlihat, siapa yang antusias, siapa yang engga.

yah, mungkin ada orang2 yang bagus dengan cara itu, no problem. mungkin gw hanya seorang dari bbrp orang yang lebihh suka melihat dan bicara langsung ke mata lawan bicara gw.

hmm, yah, sejauh ini, gw cukup punya fb yang berguna untuk say hello, update tugas kuliah, dll. cukup punya bbm yang mengurangi tagihan hp gw tiap bulannya (walopun untuk yg satu ini, aku juga ga gitu suka, reluctant untuk memiliki dan menggunakannya. tapi on the other hand, bbm penting buat mam memonitor anaknya, bahaha, so, i cant get rid of that.) twitter? mmm, emang sih ga punya twitter bikin gw basi, haha. tapi, bagaimanapun, gw hanya menjauhkan diri dari hal2 yg kira2 aku anggap kurang bagus untuk diriku sendiri.

ps. aku pernah dikatain kejam karena ngapus contact org dr list contact bbm aku, aku pernah dibilangin sombong krn newbee bb tapi ga ngeadd org, aku ga gitu suka the idea untuk ganti display name untuk pengganti doa selamat ulang tahun, aku ga suka baca status update org , i keep my friends list in fb, org yg gw ga kenal nama panjangnya kdg2 ga gw approve jd temen (pdhl gw pelupa pisan ama nama org -__-", my bad), aku paling heran ama orang yg cerita ke aku dia galau hanya karena timelinenya twitter, gw suka bingung kalo ada org yg ngeadd bbm tapi gw sendiri ga tau dia punya bb. hal paling aneh yg pernah aku rasain adalah ketika kang kyan ngeadd bbm aku, karina nurizky (yg waktu itu namanya sgt asing di pikiranku) dan lauditta humaira (yg tnyata anak fhui yg anak afs, yang aku ga tau gimana caranya dia dpt pin aku). knp aku heran? krn simply aku ga tau sopan santun di bbm gimana.

so, the question is, is this me being sok eksklusif shg menganggap aneh aksi dan reaksi tmn2 di social networking, apa sebenernya aku social netwoking phobia? yang jelas, teman2ku punya networknya sendiri nih, di hepatocytekuu :D

oia, minal aidin wal faidzin ya :) semoga amal ibadah kita diterima Allah. mohon maaf kalo aku, pastinya, suka salah kata, salah mimik, salah berbuat. may we be forgiven.
 

keromantisan yang ikhlas.

august 15, 2011. 5.39 am

yang berakhir bukan berarti halangan untuk memulai. kata mario teguh semalam, dengan ikhlas: bernyanyilah seperti tidak ada orang yang mendengar, menarilah seperti tidak ada orang yang melihat, mencintailah seperti tidak akan ada yang terluka. itu yang dia sebut, hati berlogika ikhlas.

everything ends, but it doesnt mean we cannot enjoy something in between.

akan banyak 'something in between,' sebelum itu berakhir, nikmatilah sampai tetes terakhir :)


oleh aichiro suryo prabowo: kereta kabungah.

Saat ini saya tengah berada di Stasiun Depok Lama, menantikan KRL jurusan Tanah Abang yang katanya, akan datang setengah jam lagi. Bisa dibilang, situasinya tergolong lengang, tidak seramai biasanya di hari-hari kerja. Tidak ada penjaja gorengan lima ratusan, penjual koran seribuan, atau pembajak CD lima ribuan. Beginilah akhir pekan di Jabodetabek, sepi dari ambisi. Ambisi juga butuh istirahat.

Tak jauh di sebelah saya, duduk seorang bapak bersama putranya. Beliau tidak menjinjing tas. Pakaiannya juga terlihat santai, kaos oblong putih, tak menandakan kalau dirinya akan keluar “malam mingguan”. Putranya justru terkesan lebih siap tempur dengan mini-jersey tim nasional Indonesia, menunjuki apapun yang ia cermati, dan meneriaki apapun yang ia tunjuki.

Beberapa saat berlalu. Tanpa pemberitahuan awal, satu rangkaian gerbong KRL tiba di depan kami, mendesis, berhenti, lalu membukakan pintu-pintunya. KRL tujuan Jakarta Kota tersedia di jalur satu, bla, bla, bla! Petugas baru mengumumkannya lewat pengeras suara. Saya diam saja, sebab memang bukan ini kereta saya. Bapak di sebelah juga tidak bergerak. Beliau malah memangku putranya yang semakin agresif menunjuk-teriaki kereta tersebut. Sampai akhirnya suara peluit nyaring melengking, menandakan masinis akan segera melanjutkan perjalanannya. Begitu diyakinkan aman, pintu-pintu menutup, rangkaian gerbong beranjak, stasiun pun lengang kembali.

Hanya ada dua jurusan kereta yang bisa diambil dari jalur 1: Tanah Abang atau Jakarta Kota. Maka mudah saja sebetulnya menebak ke arah mana penumpang akan bepergian. Kalau bukan ke Jakarta Kota ya, berarti ke Tanah Abang, begitu juga sebaliknya. Pertimbangan itu yang lantas mendorong saya untuk bertanya sekaligus memulai obrolan kecil dengan sang bapak, Bapak mau ke Tanah Abang juga, ya?

Henteu, Jang, jawabnya dengan bahasa Sunda yang kental.

Saya kembali bertanya, Oh, saya kira sama dengan saya, Pak. Berarti ke Jakarta Kota, nggak naik yang barusan lewat?

Jawabnya lagi, Abdi mah moal kamamana, Jang, mung nganter pun anak, resepeun ningali kareta. Saya yang tidak fasih berbahasa Sunda hanya sanggup manggut-manggut memerhatikannya. Tapi kalau boleh menebak, artinya kurang lebih, Saya tidak kemana-mana, di sini hanya mengantarkan anak saya, dia suka sekali melihat kereta. Menurut saya itu romantis.

Tak lama, KRL tujuan Tanah Abang datang, dan mereka tetap duduk. Saya pun berpamitan di sela keduanya sedang kabungah menikmati lalu lalang kareta sore ini. Dari dalam gerbong, kemesraannya masih sempat terlihat selama beberapa detik. Pemandangan itu lalu hilang bersamaan dengan beranjaknya commuter line menuju stasiun berikutnya.

Walau hanya sebentar, obrolan kecil tadi cukup berkesan bagi saya. Walau hanya beberapa kalimat, ucapan bapak tadi juga berhasil membuat saya tersadar, kemudian berpikir lebih jauh di sepanjang perjalanan. Tentang rasa senang, tentang bagaimana seseorang memperoleh kesenangannya dari sesuatu.

Ada orang yang mungkin baru senang setelah dapat membeli, katakanlah, sebuah kereta. Raja minyak dari Rusia, mungkin? Ada orang yang seperti saya, senang saat mampu menikmati jasa dan membeli tiketnya dengan harga terjangkau. Namun ada juga orang yang ternyata senang cukup dengan memandanginya dari jauh, bapak dan anak di stasiun tadi, contohnya. Tentu tidak hanya kereta. Masih ada lagi sesuatu-sesuatu lain yang mungkin berwujud, bernyawa, berharga, atau malah tidak  ketiganya, yang saya percaya juga sama saja.

Tahta, ada yang senang dengan menjaga aman kursinya, ada yang lebih senang dengan menjaga baik amanahnya. Wanita, ada yang senang dengan meminangnya sepenuh hati, ada yang senang sekedar dengannya bersenang-senang tanpa hati. Harta, ada yang senang dengan mengumpulkannya sebanyak mungkin, ada juga yang senang justru dengan membagikannya sesering mungkin. Yang pasti satu, bahwa pada akhirnya yang dicari setiap orang dalam hidup tetaplah rasa senang. Bentuknya? Bisa jadi bermacam-macam, tidak selalu sama… dan tidak harus sama.




Terinspirasi oleh seorang bapak dan putranya, nu gaduh kabungah di tengah keterbatasan.

ini keromantisan yang ikhlas. 

Arah sudut pandang matahari..

aug 6, 2011. 0952 hrs.

*adakah cara yang diplomatis dalam menyampaikan sebuah keresahan hati supaya fragmen kesan 'you are so low' tidak ditemukan?

*i think i will have a psychotic break today.
copypasted from my blog old folder.

Arah sudut pandang matahari..

11.09 am. Ruang tutorial C4..
Katanya jam 11 ada café nida, tapi ga ada apa2 di tempat yang biasa, jadi gw putuskan untuk ke ruang tutor, nulis apa yang gw pikirkan selama perjalanan ke kampus pagi ini..
Topic café nida hari ini, mempercantik jilbab [or mempercantik diri dengan jilbab? Ga tau deh, lupa..]
Ada hubungannya kok.. so, this is not purely a slight morning thought..
About women’s beauty, dan arah sudut pandang matahari..
It might be a bit sensitive for myself, but I found it fascinating to be written and be told..

Matahari jam 7.35 pagi, waktu gw cabut dari bale ke kampus.. ternyata, udah panas jam segitu, sebenernya bikin males, apalagi di daerah sekitar udah banyak orang, lingkungannya udah terkontaminasi manusia, haha.. gw seneng dunia itu serasa milik gw sendiri, hee..
Pas lagi jalan, gw merhatiin bayangan gw di aspal.. it was great! Simply, may be it made a good phenomenon by reflecting my legs a half longer than it is.. rasanya, sekarang2 udah ga bisa lagi berenang sesuka hati gw untuk mempertinggi badan, selain karena ga ada waktu, ga ada tempat, dan sepertinya ga ada chance lagi dengan umur yang….mm,, gosh, it hard to admit, hahaha..
Sepanjang jalan, gw ngeliatin mulu gambaran hitam yang ada di depan gw.. terus gw mikir, “hmm, baru pertama kalinya gw merhatiin bayangan gw sendiri”.. apa karena gw ga perhatian ama bayangan gw, apa karena bayangan jam segitu aja yang ngebuat gw tertarik?
Sepertinya teori kedua lebih pas.. karena bayangan jam segitu aja yang ngebuat gw tertarik..
Itu esensi dari sudut pandang yang dibuat matahari ke gw..
Semua yang ada di dunia ini menggambarkan satu dengan lain hal.. gimana kalo misalnya, bayangan itu gw analogikan sebagai manusia lain..
Mungkin ada orang yang ngeliat orang lain seperti pandangan matahari jam setengah lapan pagi.. mungkin ada juga yang ngeliat dari sudut pandang yang justru memperpendek kaki yang udah pendek ini..
Berkaitan dengan mempercantik diri.. semua orang, menurut gw, cantik semua.. everybody has their own beauty, inner or outer, it cannot be both, cause simply no one has all such perfectness.. tergantung siapa yang ngeliat, dari sudut pandang apa, yang mana..
God, even Your sky has its own beauty and it fascinates me a lot..

*ini sebenernya semakin gw sering ngupdate blog, semakin gw ga sering ngupdate skripsi _-----_,, koprol. dan hari ini danar ulang tahun, dan belum ngucapin, dan ga tau mau ngasih apa.

reblogged: just like marriage

aug 5, 2011 0525 hrs

reblogged from paulocoelho.com : "Just Like Marriage"

Nasrudin spent the entire autumn working his garden. The flowers had blossomed in the spring – and Nasrudin noticed a few dandelions appearing, which he hadn’t planted.

Nasrudin tore them up. But the pollen had already spread and others began to grow. He tried to find a weed killer which only killed dandelions. A specialist told him any type of poison would end up killing all the other flowers. In despair, he went to ask a gardener for help.


- It is like a marriage – said the gardener. – Along with the good things, a few little inconveniences always appear.


- What can I do? – insisted Nasrudin.


- Learn how to love them . Although they are flowers you did not count on, they are still part of the garden.





doesnt this story sweet?

kkn: belajar.....apapun.

july 10, 2011. 2343 hrs.

yakin kan ya bahwa segala sesuatu yang kita punya sekarang ini, pasti, PASTI, eventually bermanfaat buat kita ayeuna pisan, or someday in the future.

kata tazkia, KKN itu ga pernah gabut, tinggal seberapa kita membuka mata, buka telinga, dan buka mulut, ya bertanya maksudnya ttg apapun yang ada di sekitar kita. jadi, ilmu di desa tempat kkn kita ini selalu ada, tinggal kitanya berusaha untuk menangkap itu apa engga..

hari2 terakhir ini gw habiskan bersama Mul, Rian, dan Yusril. si Mul belum sekolah, rian ama yusril masih SD, setelah sering ketemu mereka di acara gosok gigi dan cuci tangan, mereka bertiga emang yang paling sering dateng ke depan rumah pagi2. yaa, keberadaan mereka pasti bawa manfaat, yaitu: belajar main layangan, sore kemarin, gw melihat their technical intelligence dalam mengejar layangan putus, ngumpulin gelasan (benang yang udah dicampur ama serbuka kaca, supaya kalo bergesekan ama benang layangan lain, layangan lainnya bisa putus, tinggal layangannya dikejar, siapa cepat, dia dapat), belajar juga dari si Dede yang larinya secepat kilat, only if he sees the layangan putus. naik pohon kelapa demi seuntai benang yang nyangkut, wih.

rasanya, selain tuhan sembilan senti, a.k.a rokok, orang2 disini mendewakan layangan. dari yang umurnya 5 tahun, mungkin sampe umur 20an tahun, setiap sore mereka main layangan. kalo udah ada layangan putus, mereka teriak2 semacam saat bachdim udah berada di penalty box dari tim oposisi. dan begitu liat layangan putus, semua anak lari! dan lebih keren, dari sudut pandang layangannya, dari bawah, orang menngejar dari segala penjuru mata angin, ada yang ampe nyebur ke sawah, lari secepat mungkin motong pematang sawah, wih, ini momen yang bener2 belum gw dapet dimanapun.

kadang, tiap malem gw bertanya sama Allah, ya Allah, kenapa aku bisa-bisanyaaaa sekelompok KKN ama orang2 gila ini. to be honest, di kelompok KKN ini kalo ketawa bisa 10 menit ga berenti, dan pake acara tertawa bersambung (jadi kalo ada yg inget2 kejadian bodoh, ujug2 mereka suka ketawa sendiri dan ngerangsang yg lain ikut ketawa) ada yang ampe ngompol, hahaha. astagfirullah, dalam hati gw mikir, seandainya gw idup sama orang macem kaya gini, mungkin gw ga bakal tua, awet muda. ketawa mulu soalnya. paling keriput2 yang muncul yang digaris senyum. haha.

dan yang sangat gw tidak mengerti adalah....sekelompok sama teh mima yang suaminya rajin pisan ngejengukin. semacam bikin uli bilang,"haduh, lama2 gw ngobrol ama teh mima tiap malem, bisa2 pulang dari kkn gw minta dinikahin nih.." haha. tapi emang bener, teh mima salah satu yang gw pertanyakan ke Allah, ya Allah, perasaan dulu aku kkn cuma berdua aja ama tazkia, kenapa ujug2 ada anak pindahan berupa 2 sosok teh mima dan icha? yaaa, karena itu, pelajaran yang mostly mata, kuping ini tangkap dan mulut ini pertanyakan yaa adalah ttg ... marriage.

ini semacam threshold merendah ttg paradigma 'ngomongin nikah sekarang aja'. mesti hati2 menjaga hati2.

ya, i have been also learning about marriage so far from my parents. tapi its more philosophical, tentang memilah dan memilih. kalo yang teh mima ceritain lebih ttg..feeling? mungkin feeling adalah diksi yang mewakili.

dan doa apa yang jadinya sekarang sepertinya akan gw hadirkan di sujud2 gw:
"ya Allah, bukakanlah pintu surga untukku selebar-lebarnya, sebanyak-banyaknya, selain pintu surga dari suami yang berpoligami dan pintu surga dari syahid saat melahirkan."

transformation.

july 7, 2011. 2022hrs

thanks to my fever which allowed me curse boredom and in the end i found myself leafing through 406 pages of the girls of Riyadh Dicky lend me just before the bus leaving for a month of KKN thing. nice to know that i finished it in one period of reading today.

i dont usually elaborate my story, its nice to put quotes as they are.

i probably missed the exact diction of this quote, but this is how i translate the according quote in english.
"when a woman plant a seed of romance, love will transform into religion"-thaghur

i copy-pasted the definition of religion from oxford, one of the definition is a pursuit or interest followed with great devotion. 
then i copy-pasted the meaning of devotion : love, loyalty, or enthusiasm for a person or activity, and still i understand the word "pursuit" is more like "chasing" or "fetching" isnt it?

perhaps i dont miss the whole idea of religion (in this story, this is not about defining me and Allah and faith or stuff like that, but this is religion in the above quote) then i redefine religion as anything that we do fetch with love, loyalty, or enthusiasm.  

me, as medical student, then be a doctor is my religion. for some women who die for clothes and cosmetics, then it is their religion. 

but how about this? 

how if one, with love, feel obligated, which may scope what enthusiasm is, to alarm a person to do his personal duty for his Supreme Allah, over this certain range of time which implies loyalty? put that feeling in diction of eagerness. then, is that the meaning of love as religion?

kkn day 3 day 4

june 28, 2011 1836hrs

ini benar2 hilang orientasi waktu! udah ga tau ini hari apa, ga tau ini kkn hari keberapa, bersyukur sama Allah karena 1 hari sama dengan 24 jam. ga lebih. beda ama sooca yang berharap 1 hari 72 jam tidak termasuk waktu tidur.

hmm. we will see what i observed so far. disini, barangkali rokok itu hal pertama yang identik sama bapak2 disini. wih, dimana2 asbak sama asap rokok. sama sih, tmen2 kkn yang co juga pada ngerokok. ga aneh sih, cuma yang aneh, di rumah kontrakan mereka itu, ada satu celah yang lebarnya pas 1 bungkus rokok, panjangnya 1,5 m lebih, 2 m meureun. di dlm celah itu, ditumpuk bungkus rokok, ada kali 100an bungkus rokok, mungkin lebih. yaa.. ga aneh lah ya kalo tiap malem gw bengek. *ini seperti gw harus berhenti asma a.s.a.p

eh oh iya, i wanna share this, badly.

mempelajari karakteristik orang itu selalu fascinating. i discover something.
1. seorang anak itu harus, harus, dilepas tidur sendiri. karena itu berarti belajar mandiri. mungkin some of you guys will think this is a common knowledge. yes, its true. but when you find a case, you will, i guarantee you will understand deeply why letting a kid having his/her own room is important. punya kamar sendiri, tidak dibiasakan bergantung dengan teman sekamar, kakak sekamar, mama sekamar itu penting supaya anak tsb ga manja. supaya anak itu tau caranya hidup TANPA orang lain. bahasa gampangnya, kalo dia dilepas di terminal, dia tau jalan pulang, bukan nelpon terus nangis minta dijemput.*okay, thats too much, haha.
2. kapan2 gw terusin deh. kalo mood.

gw sedikit bingung nih sebenernya di kkn. gw belajar banyaak bgt, ttg tmn2, ttg courtesy di desa, ttg perikanan, ttg pertanian, ttg aparatur desa, tapi ngerasa ga optimal. mungkin belum 100 persen. kadang gw berpikir, ambang rasa ingin tahu gw sangat tinggi.

star of today: dewi!~

review prior KKN: untuk menjadi orang besar

dec 28, 09 18.36

kata mario teguh, untuk menjadi orang besar, bersederhanalah.

emang cuma setengah-setengah dengernya, sampe sekarangpun, logika gw belum yakin apa bentuk sederhana yg gw pikiran sesuai ama sederhana yg dimaksud mario teguh. yet, its true in anyways that untuk menjadi seorang yang 'besar,' kita harus menjalani satu proses kecil2 yang nantinya jadi tolok ukur. hingga kita bisa berkesimpulan, ''ooh, ini loh yang namanya menjadi orang besar..''

tergantung sih. besar dalam arti apa. i am obviously not talking 'big' as in size yaa, gw bicara besar dalam arti peran, kontribusi, kerelaan hati, sahaja.

sederhana. sederhana aja, misalnya dalam hal berbahasa. bahasa itu kan bener2 sehari2 ya? seperti posting/note yang pernah gw tulis, gw suka kata2. kata2 as words as vocabularies, menggambarkan kekayaan intelligence. di kasus kesederhanaan ini, kekayaan intellegence ini yang harus disederhanakan. thats the real challange.

mm, makin banyak kata/vocab yang bisa menggambarkan dengan tepat perasaan/ekspresi/opini yg kita punya, makin besar pengaruh, atau lebih tepatnya tendency, untuk menggunakan kata itu, padahal, belum tentu maksudnya nyampe ke target bicara kita.

itu kesederhanaan yang paling sederhana. sederhana dalam berkomunikasi, dalam menyampaikan sesuatu ke suatu pihak.

sekarang, banyak banget orang2 yang lagi belajar untuk menjadi besar, justru menyulitkan dirinya dengan kata2nya. emang sih, gw pernah ngerasain, rasanya ada rasa superior tertentu saat apa yg kita sampaikan hanya dimengerti oleh orang2 yang pemikirannya at least selevel ama kita. salah? salah!

itu salah, kenapa? karena ga ada yang menguntungkan dari hal itu. kesan eksklusif dari apa yang kita lontarkan dari mulut, hasil olah kata di otak justru ga bisa dinikmati banyak org, percuma. karena tujuan dari komunikasi adalah menyampaikan apa yang kita pikirkan untuk mendapat respon dari org lain. kalo yang ngerespon cuma dikit, sama aja ga memperkaya sudut pandang.

yah, walaupun 'ga menguntungkan' bukan berarti salah.

untuk menjadi besar, memang harus sederhana. karena sederhana itu susah.

dalam berkata2, banyak temen2 gw, bahkan gw sendiri, sering tenggelam dalam kosakata 'high-class' nya. jadi terkesan abstrak. mungkin kalo untuk personal pleasure gapapa, tapi ketika 'high-class' kosakata itu digunakan di satu forum yang mangsanya orang dari berbagai latar belakang, pola pikir dsb dsb. itu semua sia-sia.

gw dan bahasa inggris gw yang suka keluar ga pada tempatnya. itu salah. well, bukan salah, ga menguntungkan

dia dan kosakata kelas tingginya di forum multibackground audience. itu ga menguntungkan.

dulu, gw pikir menggunakan kata2 susah menggambarkan level ilmu kita. ternyata engga.

menggunakan kata2 sederhana dan kita bisa menyampaikan the exact, perasaan kita dengan tepat. itu baru pintar.

memperlihatkan diri sebagai org yg pintar itu ga susah. memperlihatkan diri sebagai org biasa aja tapi sebenernya cerdas, itu baru susah.

menjadi satu orang yang signifikan itu gampang. kita tau kita dan semua org bisa menjadi seorang yang signifikan. the real challange is, tantangan yang sebenernya adalah menjadi orang yg signifikan disaat yang tepat, bukan mengumbar kesignifikanan. menjadi orang2 yang biasa aja disaat mereka tau mereka itu bukan orang biasa.

--- mempelajari proses mereka, yang sudah menjadi seorang taufiq ismail, anis baswedan, mario teguh.
 --------------------------------------------------------------


june 24, 2011. 1545 hrs
desa rancapaku, kecamatan padakembang, tasikmalaya. selama satu bulan, akan gw pantau diri gw sendiri, mengontrol pemanfaatan kesempatan gw untuk menjadi sebaik2nya dinda. cuma satu: supaya orang di sekitar saya senang dengan keberadaan saya. may Allah permits.

prior to KKN

gw akan belajar sebanyak-banyaknya! akan gw rekam, dan harus gw jadikan momen yang tidak tergantikan! semoga Allah memudahkan : KKN kita, skripsi kita, any kinds of path which will be taken for us.

stranger.

june 7, 2011. 1.18 am

show your inner strange!

you know what? being a stranger is what i enjoy the most lately. to live in somebody's life, only for their 2 minutes, their an hour, their some hours.

a stranger is living without anything to commit. datang dan pergi seenaknya. tanpa harus merasa bersalah. dangit.

me, a stranger who avoids strangers. now i know why kids shouldnt conversate with strangers. because strangers are dangerous, it hurts hearts

yet, thank God, some strangers settle.

#selamat.sooca!

limited freedom.

may 29, 2011. 6.56

what to prepare:
1. tahu lebih banyak dari orang lain
2. berusaha lebih keras dari orang lain
3. berharap lebih sedikit dari orang lain
- william shakespeare

dulu, titis lintang andari.live long, and prosper. fasenya sama: look in an awe, kenal, look more in awes, in the end, berterima kasih for changing this life. sekarang almira aliyannisa, belum sampai fase akhir.

#masih memikirkan Indonesia Mengajar, walaupun bertambah orang yang ngasih tanda keberatan.
sedikit mati di profile application halaman pertama: Apakah Anda bersedia meninggalkan pekerjaan/kegiatan anda jika diterima sebagai Pengajar Muda? jawabannya:
Tidak. 

karena ada pilihan: menyenangkan hati banyak orang terdekat, atau menyenangkan hati lebih banyak hati orang-orang yang belum dikenal? ini mengenai bagaimana berkomitmen untuk mengabdi, jauh sebelum tahu lebih dalam kepada siapa pengabdian ini akan disalurkan. kewajiban yang lama ada di bahu ini sudah tahu jalan mana yang harus diambil.

kemudian pilihan selanjutnya adalah: menyenangkan hati lebih banyak orang, dengan sedikit mengecewakan hati sedikit orang terdekat sama sekali bukan pilihan ketika dihadapkan dengan gimana mereka bisa kecewa, kenal aja engga. mau ikut syukur, engga pun, masih banyak pemuda lain yang sama besar keinginannya dengan peluang lebih besar dalam hidupnya.

semoga ini bukan excuse. semakin dewasa, semakin banyak tahu: tanggung jawab (sebagai diri sendiri, sebagai orang yang mengidamkan kebebasan, sebagai orang mengerti kepada siapa harus berbalas, sebagai orang yang seharusnya sudah mengerti arti prioritas), dari siapa, untuk siapa, oleh siapa. dari sini pumn, lingkungan sudah memutuskan,



dan sekarang, argumentasi bukan lagi tentang pihak ketiga.
tapi perang pikiran untuk si subyek pelaku: egois dengan dalih, atau lurus2 aja try to fit in with what people's desire? apapun jawabannya berdampak pada kekecewaan: diri sendiri/orang lain.

long-lasting last words.

may 18, 2011. 7.34 pm

"do you already know....you desperation?" someone asked. And any words couldnt answer that.
.
i was sitting alone in my dark and small room, thinking i might be cutting a few days in this world, limiting chances to do good deeds, and realizing that everyone is preparing themselves to breath their last.

this email came to me this evening. my mom is such a sensitive person. once i told her that she might not understand the circumstance i've been facing, alone. i hoped that doesnt hurt her. i lost all the ability to keep good diction at the time. dear Allah, forgive me, and may she live long and prosper.

i believe that she gave me, everything she could to keep me...safe.

Alexander The Great's Last Words 
"ice melt when heated, eyes melt when hated"



......the mighty conqueror lay prostrate and pale, helplessly waiting to breathe his last.

He called his generals, and said, "I will depart from this world soon, i have 3 wishes, please carry them out without fail."

"My first desire is that, my physician alone must carry my coffin." After a pause, he continued, "Secondly, i desire that when my coffin is being carried to grave, the path leading to the graveyard be strewn with gold , silver, and precious stones which i have collected in my treasury." Felt exhausted, and he kept going, "My third and last wish is that both my hands be kept dangling out of my coffin."


Alexander's favorite general kissed his hand and pressed them to his heart, and said," O King, we assure you that your wishes will all be fulfilled. but tell us why do you make such strange wishes?"


At this Alexander too a deep breath and said," I would like the world to know of the three lessons i have just learned."

Lessons from the last 3 wishes:

1) I want my physician to carry my coffin because people should realize that NO doctor can really cure anybody. They are POWERLESS and cannot save a person from the clutches of death. So, let not people take life for granted.


2)The second wish of strewing gold, silver, and other riches on the way to the graveyard is to tell people that not even a fraction of gold will come with me, I spent all my life earning riches but cannot take anything with me. Let people realize that is it a sheer waste of time to chase wealth.


3)And about my third wish of having my hands dangling out of coffin, i wish people to know that i came into this world and empty handed i go out of this world.


Lessons to learn, hi me.

what you do for yourself dies with you but what you do for others lives on. it is called: LEGACY.

and this came in the same email:
happiness keeps you sweet
trials keep you strong
sorrow keeps you human
failures keeps you humble
success keeps you glowing
but only GOD keeps you going.

-in times i wish i could feel the intense presence of Allah, to right away tell me what to do