The bad thing about words is that they make us feel as if we were illuminated and understanding everything. But, when we turn and face the world, we see that reality is completely different from that which we discussed or heard. A warrior seeks to act, and not waste time in useless conversation. 


-Carlos Castaneda via paulocoelho.

We got along so well.

gw sih ga tau gw idup berapa lama lagi. intinya kematian is kinda
'that' familiar to me way more than birth. so far..
jadinya, gw mau acknowledging these people for their kind-treats. yang
membuat 3 hari gw ke belakang menjadi lebih berwarna.
untuk makan malem bareng yang sangat seru dan berbeda sama
krisnaaaaaaa, sama kang barry..
friends quality time yang sangat sangat gw tunggu2 sama nadhila
farrahnas dan gesti rachmani (walopun ga lama)
untuk coklat coklat coklat dari affabile rifawan, much thanks!
smsan sama rahmi ayu umami yang gw kangenin tudemax. it seemed a year
long ga ketemu rahmii :( semoga kamu bahagia..
ofcourse my miko and my ricky laah. yang ngajakin gw nonton di btc,
dan kesana dengan JALAN KAKI. matacii..
sekarang sih gw lagi kangen adhika udah lama ga makan bareng, kangen
astri, dina, sari BANGET, karena the last time we had dinner together,
that was hilarious and fun. *gw jadi ingin mencari, looking looking
looking looking for dr. lukas. yes. nyebut merek. katanya nih, dr.
lukas itu kocak dan pintar sungguh. dan niat bgt ngajarinnya
kangen sama tanri jugaa yang leads to kangen ama vintha moyaa, yang
membuat gw kangen ngocolnya ubay, yang akhir2 ini tampaknya
diminished. hiks.
semoga ilma, tami, rajif skripsinya lancar. semua 09 yang gw kenal.. aamiin..
makasih sama dokter2 yang ngajarin guah! yg ga ngajarin gw, semoga in
the end mereka ngajarin. aamiin
-______- ini kayanya residen2 perlu digaji untuk ngajarin
dekoas-dekoasnya deh.. :( biar ngajarnya semangat, biar punya waktu
buat ngajarin. myeee.
eh. fahrani ga kesebut ya. haha. ah, tak perlu, she knows that i love
her too much.
oh iya, me updating the blog under order of reza fahlevi's request.
haaa, me praying so you happy there and got a lot to learn there.
same prayer goes to tazkia fatimah.
yang ga kesebut, bukan berarti tidak ada di hidup gw. cuma ga ada di 3
hari kebelakang sajoo..
selamat buat canun n fu yang akan menikah, semoga hidup kalian berkah
dan bahagia..
i dont wanna live with hidden feelings, i dont wanna live between bed
and hospital, i wanna live in their hearts. in my friends, my
patients, my teachers, my family's.
ada foto kelompok perseptoran gw yang sangat membangun! Plus 2 anak exchange: ika n joannes yang pintar! Dan baik. Sedih mau pisah. Makasih prof dani ud jadi perseptor yg sangaaaaaaaaatt baik n lenient.
Kelompok perseptoran 5 is welcoming dr. Heda Melinda as our next perceptor. Good luck for us. Dear Allah, please do elevate our knowledge. *sambil download gina asma n tb. Life is never flat, men.

self-trust is not magically handover.

march 25. 1626

"trust is earned, it is not magically handover,"
the phase is commonly said among friends, yang kebetulan jadi status bbmnya chendol dan dulu pernah jadi bahasan bareng fulki.

bedanya dengan menjadi manusia dengan knowledge of healing power, a.k.a doctors, trust IS actually magically handover. 


anak perempuan usia 6 bulan datang dengan penurunan kesadaran. si ibu is handing over the trust from herself to the doctors (more than just in magical way). kepercayaan seperti itu bukan hanya diserahkan secara ajaib dan instant tapi dengan kesadaran penuh.

but, does the doctor trust him/herself magically? kayanya sih engga. to me, my own self-trust is not magically presence within me. i earned it, i practiced it to be discovered. udah maksimalkah my self-trust? belum. i am on my way. but at least, i passed the phase of self-doubting and now looking forward to an optimal and logical self-trust to be actually there inside me.

good God, i worry too much. mmm, i dont wanna underestimate myself by saying i'm a chicken. i worry too much, i worry that i did was misplaced, or simply wrong.

day 1 jaga igd. the trust to nasogastric-tubing was magically handed over to me dari seorang residen #1. me had seen a few times on youtube the procedure in real human, only once in the real hospital. and all of the sudden, i gotta do it with my groupmate supervising me. the guy IS my group mate, has 3,5 years studying medicine LIKE me, but he has way more guts. he did NGT twice already, me none, at the time. i had no self-trust in NGT-ing. the trust just werent there when i need it.

i NGT-ed this bronchopneumonia-ed patient (different patient with the above subject), i stucked. i just couldnt pass the tube through the nasal. nice God though, the resident#1 who tried after me also failed. so, may be other variables other than my lack of self-confidence, determined the failed procedure.

day 2 jaga igd. now, the trust was earned. resident#2 teached me how to NGT, he supervised me when i tried my first, though i failed, he FIRM-ly correcting all the faults, then i earned my confidence, lastly, i did ngt and ogt already. i earned the responsibility.

kata residen#2 kurang lebih, 'emang ada yang keberaniannya dari awal udah gede, bahkan walaupun salah, tetep aja berani. ada yang keberaniannya mesti dimunculin. kapan munculnya? ya selama practice. latian terus, lama kelamaan kepercayaan diri bakal makin gede.'

jadi ya... seperti itu, lucky them has bigger guts in facing challenges, but lucky me has and is still trying to undestand that from life we still gotta and need to learn.

fiuh.

doctors, deals, difficult, decisions, do dare dinda!

"good doctors are good team players, because health care is complex, and nobody knows everything, and nobody knows how to relate to every patient and his or her unique needs." - oxford handbook clinical medicine.

there are rules that stated there tentang good team players:
1) all members are valuable, no one is replacable
2) each member is responsible for everything (including for the group's malfunctions)
3) every members needs encouragement!

thanks untuk daarwin yang bilang:
"kamu will be a doc, dinda, you gotta deal with it."

ketika gw merasa sangat sangat sangat sangat sangat takut untuk nge-PE pasien Steven Johnson Syndrome yang nangis mulu kesakitan, yang bikin gw pengen nangis, yang bikin gw ngerasa bahwa dokter itu cuma menambah penderitaan dia, karena physical exam yg kita lakuin itu cuma bikin dia suffers more.

thanks to valen yang being such a good ko as yang selalu nurutin perintah residen, play inside rules, never break the lines. her presence limits my ignorance, ketika gw merasa masa bodoh sama undefine life called co-as.

thanks to the patients yang so cooperative dan lucu dan bawel. they makes doctors feels happy, their expression stated that doctors are the helpers. thanks to the patients yang nangis mulu, yang even to breath they need to struggle, because they somehow alarmed us that still, we arent God who's curing.

dokter muda..

march 1, 1925

isi hati siapa yang tahu? toh tujuan kita tetap sama : jadi dokter.
caranya bagaimana, mungkin cuma aku dan Tuhanku yang tahu,
dia dengan tuhannya.


sampai kesini bukan proses seringan membalikkan telapak tangan,
ini hasil tiga setengah tahun duduk mengamati, melaksanakan,....hasil belajar.
hasil pulang malem dari kosan temen, ngebahas soal
hasil ping2 buzz2 alarm2 dari mereka u/ngafalin sooca
hasil bantuan si itu, itu, dan itu u/ ngambil data skripsi dan bimbingan bareng
hasil sms/ym/mention/apapun doa temen2 untuk kita,
doa kita untuk temen2

sekarang gw udah sampe disini, dia udah sampai disini, mereka juga.

aku, kamu, dia sudah ada di garis nasib yang sama.
aku, kamu, dia punya harapan yang sama
aku, kamu, dia punya kekhawatiran yang sama
tapi nantinya, pasti, kita punya cerita yang berbeda

selama aku masih akan mewarnai harimu,
selama kamu masih akan melihat, jalan bersama, berjuang denganmu
harus kita tulis cerita kita yang indah

indah itu berarti penuh hormat dan sayang
cerita kita yang selalu saling mengingatkan,
kita yang tidak pernah melupakan
kita yang berarti aku, kamu, dia.

family means no one's left behind

a cheerful heart is good medicine, 
but crushed spirit breaks up the bone

ya Allah, jadikanlah kami manusia2 yang mampu menjaga nama baik dan martabat kami dan keluarga kami. tuntunlah kami ke arah yang tidak merugikan. aamiin.

i have history of meeting ups,
i grow up, construct, and complete, or at least try to,
and an end will be called upon.

from brutality, we learned.

i have sorry.
i may not regret,
wish i can learn from mistakes.

waktu dulu s pernah marah tudemax, tapi akhirnya baikan. dan akhirnya tetap baik :)
dinda: musuhan itu ga boleh lebih dari 3 hari. lo udah kaya 3 minggu. zzzz
s: ga akan ampe lo minta maaf
dinda: kan gw udah sms! *ngotot
s: apaan? smsnya kaya gitu (dan mungkin icon yg pas -_____-")

beberapa hari kemudian
dinda: ini coklat yg gw janjiin
s: tau ga kenapa sms lo justru memperburuk keadaan?
dinda: kenapa?
s: karena lo minta maaf dengan alasan yg baik buat lo, ga baik buat gw. alesan lo itu ya semuanya untuk kepentingan lo. maaf lo itu ga ada sama sekali untungnya buat gw.
dinda: tapi itu yg sebenernya :( okay. maaf. (again)

ga tau sih knp gw milih cerita ini untuk diupload di blog.
ya mungkin untuk mengingatkan diri gw kalo gw egoistical, ato selfish, apapunlah bad adjectivesnya.
tapi untuk masalah perasaan, its hard to hide

untuk cerita ini, ya emg gw minta maaf untuk kepentingan gw, kalo gw ngerasa temen gw ini ga penting buat gw, gw ga akan minta maaf.
when a friend meant a lot to me, i reveal whats inside karena tau mereka mutlak memaafkan.
some forgive, some may not. but i apologize

#deactivated my twitter account. katanya si burung yg biru "is it goodbye?", inside said,"yes for now. future is always a mystery."

kata pengantarku. to you who are precious.

seemed like it is the right time to put up my acknowledgement for those who are precious to me.
KATA PENGANTAR

Dengan tawakkal dan sepenuhnya percaya, penulis ucapkan kepada Allah SWT Yang Maha Menguatkan hati hamba-hamba-Nya dan Maha Memberi kesabaran, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu. Skripsi yang berjudul “Gambaran Kualitas Manajemen Pengelolaan Obat dan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan di Loket Obat Puskesmas Cibiru, Kota Bandung pada Bulan November 2011” ini diajukan untuk memenuhi syarat dalam menempuh ujian sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, sebagian kecil bukti bahwa dengan bimbingan, dorongan semangat, ‘tamparan’ untuk saling mengingatkan, akhirnya semuanya akan selesai.
Penelitian ini merupakan rekam kenyataan di lapangan tentang bagaimana institusi pelayanan kesehatan masyarakat merencanakan dan sampai akhirnya mempertanggungjawabkan manajemen yang paling mengonsumsi biaya, yaitu manajemen pengelolaan obat. Gambaran kepuasan pasien adalah jawaban dari bagaimana rekam kenyataan itu memberikan manfaat dan kesan ke masyarakat.
Dengan segala hormat dan kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih sepenuh hati kepada :
1.  Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran,
2. dr. Guswan Wiwaha, MM. sebagai dosen pembimbing satu, yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membaca dan memberikan masukan dan koreksi, dan selalu sabar dalam membimbing sehingga penulis menemukan motivasi-motivasi di setiap akhir bimbingan dan selanjutnya benar-benar bergerak untuk menyelesaikan skripsi ini,
3. Ibu Utju Djuariah, Dra., Apt., MS., AFK sebagai pembimbing pendamping yang telah memberikan waktu demi tersusunnya skripsi ini dengan penulisan yang baik, sehingga perjalanan-perjalanan Jatinangor-Leuwipanjang membawa arti,
4. dr. Erry Budiono, Sp.A, dan dra. Herawati, yang membentuk segala kebaikan yang ada di diri ini, yang mencinta borderless, the best parents all kids should have, who reminds, who inspires, who understands this rebel with profound care and patient, Herdian Ertresna Priminda dan Muhammad Herdiono Erprakasya, my partners in crime,
5. Anna A. Helm, who teach me that distance makes these hearts grow fonder,
6. dr.  Raranta Leopold, selaku Kepala Puskesmas Cibiru, yang selalu mengingatkan penulis agar cepat menyelesaikan penelitian dan cepat menjadi dokter,
7. Ibu Siti Mariam, selaku Kepala Divisi Farmasi Puskesmas Cibiru dan Bapak Ridwan, selaku asisten dari Ibu Mariam yang menemani pengambilan data dan observasi penelitian ini,
8. Masyarakat Kecamatan Cibiru, terutama pasien Puskesmas Cibiru yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuisioner dan  menjadi subjek penelitian skripsi,
9. Dokter-dokter FK UNPAD yang menginspirasi, dr. Djanuarsih, dr. Nadjwa, dr. Betty, dr. Julius, dr. Fedri, dr. Julia, dr. Elsa, dr. Afiat, dr. Hendro, dr. Eva, dr. Sari, dan dokter-dokter lain yang penulis tidak bisa sebutkan satu-persatu, semoga ilmu yang diberikan menjadi ladang pahala seumur hidup, melapangkan kehidupan setelahnya, it is you who taught us how to distinguish a doctor and a murder by its skill, its knowledge, and moreover, its heart,
10. Aidil Akbar Latief, Titis Lintang Andari, Lokitania Kirana, Muhammad Mishbah,
11. Teman-teman terbaik selama terdampar di Fakultas Kedokteran UNPAD 2008 yang telah menjadi orang-orang yang membangun dan membuat penulis menikmati susah senangnya hidup di fakultas ini:
-          Astri Kusumadewi dan Fahrani Imanina yang selalu menjadi alasan untuk pulang dan untuk mengerti kebersamaan yang tak terelakkan,
-          Andiyang yang menjadi teman belajar untuk mulai berkomitmen menjadi mahasiswa FK dan Krisna yang selalu meramaikan suasana dalam arti sebenarnya,
-          Vidya-ers terutama Aulia, Vintha, Adhika yang indescribably so devoted dan menenangkan,
-          Teman-teman yang telah menemani sesi-sesi pengambilan data, Saif, Dicky, dan Lidya Mulyo yang membuat proses pengambilan data menjadi sesuatu yang menyenangkan dan semacam sakral.
-          Mikoriza Mustofany, Rayinda Mamahit Raumanen, Friska Oktaria Rizal, Fajar Senoaji, Widuri Febriyanti teman seperjuangan saat bimbingan,
-          Mereka, who brought me sweet reminders, Dwi, Mega, Danar, Nadhila, Fulki, Sitha, Santi, Reza Fahlevi, Yafidy, Puti, Rivano,
-          Pengurus Inti Angkatan 2008 yang selalu mewarnai in any weird kinda ways,
Tanri yang mengingatkan bahwa hidup bukan disini saja, Ubaidillah yang mengajarkan bahwa semua, semuanya bisa menjadi ikhlas dan senang, Flori the light in the dark, the oase in the dessert, Gesti yang menjadi dia yang membangun, Aji, Dina Fitri, RR, Otto yang mengajarkan senyum cukup untuk menyenangkan hati orang lain, Rahmi yang menjadi contoh sesuatu yang kuat dan gigih, Mutiara yang sama-sama berusaha mengekspresikan apapun yang positif, Pide, dan Pije.
-          Teman-teman tutorial Tropical Medicine System, Adhika, Carla, Uun, Wiwid, Sansan, Ligai, Parrol,Datot, Pije, Otay dan Family Medicine System, Carla, Teh Mima, Gesti, Yunia, Teh Reni, Minda, Pide, Nicho, Adnin, Aji yang sudah menjadi tempat alokasi energy khawatir yang menyenangkan dan memotivasi, dan akhirnya melegakan,
-          Dan mereka yang ada di database angkatan 2008. Bagaimanapun, kalian berarti dan punya ruang di hati.
11.  Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang membantu penulis baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan skripsi ini.
Skripsi ini adalah yang terbaik yang bisa penulis berikan.  Sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun untuk hasil yang lebih baik. Semoga skripsi ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Bandung, Desember 2011


Penulis 


ps. additional colleagues to mention: almira aliyannisa, nada ristya rahmani, hanna gustin, maryam, for being such an inspiring women
 adnin nugroho,  for being the nicest, an expressive head, ever
poundra adhistya pratama, for 2.5 years rituals, this shall continue 
pps ga adil sih, krn ada yang kesebut namanya lebih dari sekali, anggep aja kita berjodoh in a good way,
ppps. its too bad , ibu utju minta semua ungkapan b.inggris dicabut, so i did one more revision, and this actually what comes deeply from my heart.
pppps. gw sangat berharap gw bisa berlebay2 ria disini. tapi ternyata tidak bisa, krn ini, katanya sih, karya ilmiah. lalala

jazakumullah  :)

Defisit rasa menghargai.

Feb 1, 2230

"Friendship goes beyond differences." - kata AFS pas pesta perpisahan angkatan 06/07.

Buat gw, 'differences' itu sesuatu yang mutlak dalam pergaulan. dari tiap sudut bumi, walaupun makhluknya namanya manusia, hatinya tetap berbeda2.

Gw mau cerita ttg 2 kejadian yang silakan diinterpretasikan masing2. (Hati dan pikiran lo ama hati dan pikiran gw kan beda :D)

1. Cerita tentang 'kerdus' dan 'kresek.'

Suatu hari, gw berpapasan dengan 2 teman gw yang 22nya bawaannya asik dan menarik, easy goinglah.

Karena angin waktu itu rada kurang nyante alias heboh, kerudung temen gw ini sdkt tersingkap. Gw dg sigap, "istiqamah woy, tuh jilbab kemane2." Sambil megangin jilbabnya ofcourse.

Si yang satu lagi, "hahaha. Dasar kerdus." Nah mulailah gw merasa cupu, krn ga ngerti kenapa si kerdus dibawa-bawa. "Yaampun din, kerdus itu loh, kerudung dusta, yang pake jilbabnya pas ke kampus doang, setelahnya lepas." Disambung dengan yg satunya,"Kaya si'piii**pp'. ada lagi, kresek, kerudung seksi, kaya si 'tee**tt'."

Gw cuma ber-oh hahaha.

Dalem hati, let's play #nomention, shall we? Dan dalem hati juga, gw mohon maaf, ya Allah semoga saya tidak pernah melakukan hal itu, melakukan hal yang menurunkan harga orang lain. To be honest, ngedengernya aja merasa bersalah.

Kalo dipikir2 dan diinget2, pernah gw melakukan hal kaya gini ke a, .. Aja. Fiuh. Tapi insyaAllah semuanya ud pernah terima sms mohon maaf gw, dan alhamdulillah semuanya udah dimaafin. Semoga. Dan semoga Allah ngampunin untuk salah yg lain yg tanpa sadar gw lakukan.

And one more thing, this is not human thing to judge other's dusta atau seksi. Kita ga pernah tau hati org lain. Seriously, outfit lies too much. Yang seksi dan dusta mungkin hatinya baik beribu kali shg surganya jauh diatas yg berjilbab pantas tp menggunjing.

Ya Allah, sy mau masuk surga.

2. tentang teknologi komunikasi.
yang ini sedikit aja, karena gw sendiri kurang tau sopan santun bersms, berbbm, berfb, bertwitter, beremail kaya gimana.

yang jelas, di mata gw, orang yang dpt sms, bbm, itu wajib ngebales apapun yg ada di inboxnya(tentunya yg pentinglah, bukan spam). Itu cara menghargai org lain, menurut gw.


Sama kata 'tolong,' 'maaf,''makasih.' Tapi balik lg sih, kalo masalh beginian itu masalah didikan rumah. Tergantung seberapa bapak ibu ngajarin u/ sopan santun, untuk berterima kasih, bahkan untuk sekedar kalo makan jgn ngecap, atau kl jalan jgn nyeret. Hal2 kecil.

Makasih ya Allah, mam pap udah ngedidik sy spt ini.
But these just stories to think about. Nobody's perfect. Yah, let's try to be a better person bersama.

#i shall start from the man in the mirror.
Powered by Telkomsel BlackBerry®